Thursday, September 2, 2010

Bermimpi 3 kali pergi haji

Penutupan pembayaran ONH untuk keberangkatan jamaah haji tahun 2003 akan ditutup 2 minggu lagi. Informasi ini disampaikan oleh Pihak Departemen Agama agar para jamaah yang sudah masuk porsi keberangkatan segera melakukan pelunasan pembayaran ONH.
Lain halnya bagi mereka yang belum memiliki kemampuan untuk menunaikan ibadah haji dengan persiapan bekalnya, hanya kerinduan yang terus memanggilnya. Terutama saat menghadiri pelepasan tamu Allah untuk berangkat ke Tanah Suci, linangan airmata keharuan menjadi bukti kerinduan untuk mendapatkan kesempatan ke Baitullah. Entah kapan panggilan itu datang hanya Allah yang mampu menjawabnya.
Salah satunya Ustadz Aip, panggilan yang sangat akrab bagi masyarakat Jati Bunder Tanah Abang. Perjuangan dan pengorbanan hidupnya ia curahkan untuk menebarkan ilmu Allah. Mengajar merupakan bagian dari denyut nadi kehidupannya yang ia geluti sejak masa mudanya. Dengan keadaan yang pas-pasan ia menghidupi dan membiayai kedelapan putra-putrinya. Subhanallah ketenangan dan tawakkalnya menjadi pendidikan berharga bagi anak-anaknya.. Ia sering berkata dengan anak-anaknya :”Bapak tidak punya warisan dan tidak meninggalkan harta buat kamu semua, namun dengan ilmu semoga menjadi harta yang bermanfaat”.
Ternyat ada satu kerinduan yang terpendam yang sering diungkapkan saat munajat kepada Allah., ”Ya Robb hamba-Mu ingin pergi haji namun biaya anak-anak yang menjadi tanggungan amanah-Mu demikian besar bagiku, bilakah Engkau memberi kesempatan hamba-Mu ke Baitullah ”.
Apalagi sebagai seorang ustadz ia sering kali diminta untuk melepas calon haji dengan sholawat dustur, ” Ya Allah kapan saatnya aku dilepas dengan dustur”. Seringkali airmatanya meleleh pertanda kerinduan itu demikian dalam.
Selesai sholat subuh diusia 63 tahun ia tertidur dalam zikirnya, seakan ia merasa sedang menunaikan ibadah haji. Gambaran indah ka’bah nampak jelas di pelupuk matanya. Ust Aippun terbangun kemudian berucap syukur ”Jika Engkau belum mengizinkan hamba-Mu untuk datang ke rumah-Mu cukup kau berikan mimpi itu sebagai pengobat rasa rinduku” dalam munajat dan doanya yang khusyuk Sampai tiga kali mimpi itu menghiasi munajat dan tidurnya dalam satu waktu. Ia pun bergumam ” Ya Robb inikah pertanda aku akan berangkat haji tahun ini, tapi bagaimana mungkin pendaftaran saja sudah hampir tutup dan aku belum menabung?”. Belum lagi gumamnya selesai seorang anaknya datang sambil berkata :”Pak anak-anak sudah nabung insya Allah Tahun ini Bapak berangkat Haji nama bapak dan porsinya masuk untuk bisa Berangkat”.
Subhanallah hanya linangan airmata yang yang terus mengalir membasahi pipinya seraya berujar doa : ”Ya Robb kiranya tabunganku untuk haji akhirnya datang melalui biaya yang aku keluarkan untuk anak-anakku, dan hari ini bayangan itu menjadi nyata”. Saat pelepasan berlangsung dan sholawat dustur dibacakan ia pun berujar doa ”Alhamdulillah permintaanku Engkau kabulkan kini tiba saatnya aku yang dilepas”.
Wallahu a’lam bis Showab. Mekkah, 191009

No comments: