Innalillahi wa innaa ilaihi rooji’uun, Sesungguh semua milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada Allah semuanya akan kembali. Ucapan ini selalu terucap saat musibah datang menimpa seseorang. Apalagi pada saat mendengar berita kematian. Hal ini menjadi ibroh bahwa hidup ini tidaklah kekal. Semua akan berakhir jika Sang Pemilik Waktu menekan tombol kematian.
Seorang baru akan merasa kecil dihadapan sang kholik saat ia menyaksikan tubuh saudaranya terbalut kain kafan pertanda akhir kehidupan. Hanya dengan 2 lembar kain putih Allah memanggil hambaNya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dengan kain kafan itu Allah menghancurkan kesombongan dan keangkuhan manusia. Kejayaan dan nama besar yang disandang, keluarga yang dicintai, kekayaan yang melimpah atau kekuasan semua hilang dan sirna ditelan bumi. Baru terasa bahwa hanya amal perbuatanlah yang menjadi teman setia. Allah berfirman dalam surat Yasin:54: ” Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan”.
Ibu Kun, nama yang tidak asing asing bagi masyarakat di kampungnya yang berada di belakang kampus IPB Bogor. Kehidupannnya sangat lekat dengan jamaah majlis ta’lim kaum ibu. Masuk kampung keluar kampung untuk mengajar menjadi keseharian yang tidak bisa ditinggalkan. Selain sebagai ustazah Ibu Kun juga selalu dicari pada saat ada masyarakat di kampungnya yang meninggal dunia. Dalam usianya yang baru 40 tahunan ia sudah mendapat kepercayaan untuk memulasari jenazah, mulai dari memandikan, menyiapkan kain kafan dan sekaligus mengikatkan kain kafan.
“Ya Allah jika selama ini aku memakaikan kain kafan sebagai pembalut tubuh saat seorang hamba menghadap Engkau menuju kematian , kapan aku memakai kain putih itu sebagai pakaian ihrom untuk dapat menghadap ke rumah-Mu menuju Baitullah..?”. Doa lirih ini selalu diungkapkan oleh Ibu Kun pada saat memakaikan kain kafan. Sesuatu yang tidak mungkin dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan ia bisa mengumpulkan uang untuk pergi haji. Kesigapan dan semangatnya melayani keperluan jenazah ia lakukan dengan hanya berharap ridho Allah. SWT.Ia tidak pernah mengenal waktu dan cuaca ketika ada panggilan kematian.
Tahun 2005 salah satu Production House bekerjasama dengan salah satu stasiun televisi dan Bank mengemas satu program ibadah, dengan nama ”Program Haji Gratis”. Kebetulan DD Travel yang ditunjuk untuk menjadi mitra perjalanan ibadah haji tersebut. Usulan nama calon peserta yang disurvey mulai dipersiapkan.
Subhanallah setelah melalui proses survey ternyata nama Ibu Kun menjadi salah satu dari 26 calon jamaah yang mendapat kesempatan untuk berangkat Haji Gratis tahun 2006. Kegembiraan dan keharuan yang sulit terbayangkan, apalagi saat pakaian Ihrom dikenakan dan niat Haji dilafazkan ”Labbaik Allahumma Hajjan” sambil bertalbiyah dengan linangan airmata hatinya berucap syukur ”Ya Allah akhirnya Aku memakai kain putih ini untuk berihrom dan berhaji memenuhi panggilan-Mu ..terimakasih ya Robb Engkau Zat yang Maha Mendengar setiap jerit hamba-Mu”.
Wallahu a’lam bis Showab. Mekkah,200910
Thursday, September 2, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment