Thursday, September 2, 2010

Doa sang Ayah: “Insya Allah kamu Berangkat Haji”

Oleh: H. Ahmad Shonhaji
”Doa orang tua untuk anaknya seperti doanya para Nabi untuk umatnya”. Hadits tersebut mengingatkan betapa mustajabnya doa orang tua yang telah melahirkan, mendidik, memelihara dan membesarkan kita. Setiap keringat dan linangan airmatanya saat berjuang untuk menghidupi keluarganya menjadi hijab api neraka. Sehingga Rosulullah SAW bersabda :”Keridhoan Allah berada pada keridhoan kedua orang tua dan kemurkaan Allahpun ada pada kemurkaan kedua orang tua”.
Sebut saja Aulia seorang karyawan yang bekerja pada sebuah lembaga dakwah dan sosial. Dengan sedikit pendapatan dan gaji yang diperoleh, setiap bulannya ia berusaha untuk menyisihkan sedikit dari rezekinya untuk menabung. Tabungan yang ia rencanakan untuk menyicil rumah atau juga membeli rumah. Selama hampir 2 tahun Aulia dan keluarganya mengontrak di sebuah rumah kecil yang sederhana. Sambil belajar berumah tangga ia berusaha hidup prihatin dengan kondisi apa adanya.
4 bulan menjelang akhir masa kontrakannya Aulia melihat jumlah tabungan di rekeningnya. Alhamdulillah ternyata ada 27 juta. Jumlah yang menurutnya cukup sebagai uang muka di KPR BTN atau mencari rumah kecil sehingga ia tidak lagi melanjutkan masa kontrakannya. Mulailah ia bersama istrinya berkeliling mencari rumah. ”Ya Allah dengan dana segini apa mungkin aku bisa mendapat tempat yang cukup untuk keluargaku?”, ia berujar dalam hatinya.
Ditengah lamunan perjalanannya menuju tempat kerja tiba2 handphone di kantongnya berdering. Ketika diangkat terdengar salam ”Assalamu’alaikum Aulia, suara khas ayahnya menyapa lebih dulu. Dijawabnya salam tersebut sambil bertanya ”ada apa Pak” diam lama suara bapaknya tidak terdengar. Beragam pertanyaan berkecamuk dalam hati Aulia. Masih dalam kebingungan, suara bapaknya terdengar sambil bergetar ” Aulia bapak sudah tua, anak-anak sudah pada dewasa khawatir ga ada umur, rasanya bapak pengen pergi haji.... ”. Bagai disambar petir Aulia merenung dalam ”Ya Allah tak sanggup rasanya aku mendengar demikian berat suara bapak menahan kerinduan ingin haji”
Akhirnya kegamangan hatinya disampaikan kepada istrinya. Subhanallah jawaban yang tidak pernah disangka oleh Aulia, ”Bi kita masih muda anak juga baru satu, bismillah uang itu kita kasih bapak aja buat pergi haji tahun ini nanti kita nabung lagi”. Dengan haru dipeluk istrinya sambil berkata: ”Umi, saya berjanji akan membuatkan rumah untuk anak-anak kita”.
Akhirnya Aulia dan istrinya segera menemui Bapak sambil meneyerahkan uang tersebut. Terjadi dialog yang mengharukan antara bapak dan anak. Sampai akhirnya Sang Ayah dengan airmata dan tangan tengadah berdoa:”Ya Robb Permudah segala urusan anakku agar ia memiliki rumah dan bisa pergi haji”.
Subhanallahi wa Robbul Ka’bah doa Sang Ayah diijabah. Tidak sampai setahun Aulia memiliki rumah yang cukup besar di daerah Tangerang dan 2 tahun kemudian Aulia dan istrinya diberangkatkan haji dengan biaya sebuah Travel sebagai pembimbing ibadah Haji. Allahu Akbar......
Wallahu a’lam bis Showab. Mekkah 210910

No comments: