Thursday, October 30, 2008

Halal Bi Halal
Oleh: Ahmad Shonhaji

Halal Bi halal adalah bentuk masdar atau Gerund yang diambil dari kata “ Halla-Yahillu-Hilla-Hallan wa Halaalan” artinya membolehkan. Maka untuk setiap produk makanan dan minuman yang boleh untuk dikonsumsi dan tidak mengandung unsur barang yang haram menurut syariat Islam diberikan label ”Halal”.
Dalam bentuk yang lain istilah kata ”Halal” pun bisa memiliki arti dan makna yang berbeda dengan perubahan bentuk fi’il mudhori’ (present tense) menjadi ”Halla-yahullu-Hulla-Hallan wa halaalan” artinya ”mengurai, melepaskan ikatan, meluruskan benang yang kusut”. Secara maknawi maka istilah halal bi halal menjadi sarana untuk melepaskan ikatan penyakit hati dengan saling mengurai benang kusut yang ada di hati dan kesalahan diri untuk saling membolehkan dengan segala keikhlsan dan keridhoan terhadap kezholiman yang pernah dilakukan satu dengan yang lain. Sehingga hilanglah sudah segala hasad, dengki, iri dan dendam yang terpendam dalam hati seorang muslim.
Rosulullah SAW mengingatkan dalam sabdanya :” Barang siapa yang berbuat kezhaliman terhadap saudaranya, baik kezhaliman pada harta maupun hatinya maka hendaklah minta dihalalkan”. Seiring dengan hadits tersebut Allah SWT berfirman dalam surat al-Hujurat:12 yang berbunyi :” Seungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara, maka damaikanlah diantara keduanya agar dan bertaqwalah kamu kepada Allah agar kamu sekalian diberikan rahmat oleh Allah SWT”.
Fenomena unik dan menarik dalam nuansa halal bi halal hanya dapat kita rasakan pada kaum muslim di Indonesia sebagai tradisi keni’matan spiritual di hari raya. Saat menyongsong datangnya hari kemenangan pasca Ramadhan kegembiraan dan keceriaan mewarnai nuansa Idul Fitri di tanah air. Ekspresi kemenangan, kebahagiaan dan kegembiraan nampak dari raut wajah dan senyum yang berseri. Keindahan sapa, salam dengan saling berjabat tangan menghiasi setiap pertemuan dan perjumpaan dengan saudaranya. Ni’matnya silaturahmi untuk saling menjaga hati, memperbaiki hubungan satu dengan yang lain, melakukan perubahan sikap untuk saling menebar rahmah menjadi perekat ukhuwah.
Bagi sebagian masyarakat bahkan untuk terus menjaga ukhuwah dan persaudaraan dengan keluarga, kerabat dan lingkungan menjadikan ”mudik” sebagai menu favorit dan tradisi sepanjang tahun untuk menyambut kebahagiaan Idul Fitri. Lonjakan harga tiket dan antrian panjang di setiap loket pembayaran, merebaknya calo tiket yang memasang harga tinggi, penuh sesaknya angkutan umum, padatnya arus lalu lintas dan macetnya sepanjang jalur mudik tidak mengurangi makna dan keinginan untuk tetap pulang bersilaturahmi dengan keluarga di kampung. Nampak romantisme halal bi halal menjadi warna indah kebersamaan kaum muslimin menyambut Idul Fitri yang mulia. Sebagaimana Rosulullah SAW bersabda: ”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. Pertemuan yang bukan hanya sekedar fisik namun mempertemukan hati yang saling menebar kasih sayang dan cinta diantara saudaranya, subhanallah.
Oleh karena itu halal bi halal memiliki kandungan pesan yang sarat makna. Semoga Idul Fitri 1429 H menjadi hari kemenangan kaum muslimin untuk saling memaafkan dan membersihkan hati. Sungkeman anak kepada orang tua, bakti seorang istri kepada suami dan cinta kasih sesama saudara menjadi penambah ketaqwaan setelah sebulan penuh kesenggol berkah Ramadhan, Aamiin. Wallahu a’lam bis showab.130908

No comments: