Istiqomah
Oleh: Ahmad Shonhaji
Allah SWT berfirman dalam Al-qura’an surat fusshilat ayat 30:
“Sesungguhnya orang-orang yang mengataka:”tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhakan pendirian mereka (Istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan):”janganlah kamu merasa takut, dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.
Istiqomah berasal dari kata Qooma-yaquumu-qiyaaman artinya kokoh, tegak, berdiri. Menurut maknanya istiqomah merupakan satu sikap kokoh dalam dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah. Dengan kata lain seorang mukmin yang istiqomah ia memiliki pendirian yang kuat dan berkomitmen dalam mempertahankan nilai-nilai Islam secara konsisten dalam aktivitas kehidupan hingga akhir hayatnya.
Nabi Muhammad SAW bersabda :Dari Abu Sufyan bin Abdillah Radhiallahu ‘anhu berkata: Aku telah berkata, “wahai rasulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu berkata pada orang lain selain engkau. Nabi menjawab,”katakanlah aku telah beriman kepada Allah kemudian beristiqomahlah”.
Malam itu Kholifah Umar bin Khattab melakukan inspeksi untuk melihat kondisi umatnya. Hal ini selalu beliau lakukan selama menjabat sebagai kholifah. sayup terdengar suara berbisik dari sebuah rumah. Dengan langkah perlahan beliau mendekati rumah itu untuk mndengar percakapan yang terjadi. Ternyata dialog menarik itu terjadi antara seorang ibu dan anak gadisnya. Nak, campurkan susu yang panas itu dengan air agar keuntungan kita lebih banyak, perintah ibunya. Dengan kaget anaknya berkata: ”Ibu janganlah itu dilakukan karena agama kita melarang mencampur susu dengan air, apalagi jika khalifah Umar tahu dia pasti akan marah dan memberi hukuman kepada kita”. Dengan agak gusar sang ibu berkata: ” Anakku, bukankah Umar tidak tahu apa yang kita lakukan?”. Dengan tenang anaknya menjawab: ”Bunda, bukankah dalam persoalan rezeki alquran mengajarkan yang halal dan thoyyib, Kholifah Umar memang tidak melihat dan mendengar dialog kita, namun Allah menyaksikan setiap gerak dan perbuatan kita, jangan ibu lakukan dan aku tidak akan melalukan perbuatan yang dilarang oleh Allah dan Rosul-Nya”. Subhanallah. Kholifah Umar meneteskan airmata haru dan bahagia dengan kesholehan dan sikap istiqomah Umatnya.
. Sejarah perjuangan Rosulullah dan para sahabat memantik banyak hikmah keistiqomahan. Sumayyah gugur sebagai syuhada dan Bilal Bin Rabbah tak bergeming dengan siksa untuk menukar aqidahnya. Dalam realita kehidupan pedagang dan pengusaha yang istiqomah dengan kejujuran akan berimplikasi pada terbukanya pintu rezeki, networking, mitra atau customer yang terus bertambah dan etos kerja . Politikus, penguasa dan pejabat yang istiqomah dalam menjaga amanah akan nampak sikap empati, trust dan dicintai. Begitu pula seorang mukmin yang istiqomah menjaga aqidahnya akan melahirkan sikap ihsan dalam kehidupan. Semestinya sikap istiqomah menjadi penghias amal sholeh bagi seorang mukmin. Sekalipun ia dihadapkan pada tantangan hidup, kemiskinan, kekurangan harta atau bahkan ketika berada pada puncak kesuksesan hidup dan gelimangan harta.
Bukankah Allah memberi kabar gembira untuk umatnya yang menjaga semangat istiqomah, dalam Surat Al-Ahqaaf:13: ”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada berduka cita”. Aamiin. Wallahu A’lam bis Showab, 080708.
Thursday, October 30, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment